Review : Naavagreen Natural Skin Facial for Acne

Oktober 21, 2018



Sesuai dengan janji sebelumnya, saya akhirnya mencoba “colorful facial” yang ada di Naavagreen. Seperti kebanyakan wanita, kecantikan adalah hal penting dan untuk mendapatkan kecantikan diperlukan banyak proses, salah satunya perawatan. Tentu saja 1 kali perawatan tidak menjanjikan kamu menjadi cantik setelahnya. Sesuai dengan yang disampaikan oleh dokter Andy saat Open House Naavagreen (baca ceritanya disini), salah satu cara untuk menjaga kulit tetap sehat dan cantik adalah melakukan perawatan paling tidak setiap 2 minggu sekali bisa berupa facial ataupun peeling. Deg, saya jadi teringat kapan nih saya terakhir kali facial ataupun peeling di klinik kecantikan. Berbekal informasi yang didapatkan di hari tersebut, saya pun memutuskan untuk mencoba facial di Naavagreen. Buat yang belum pernah perawatan ke Naavagreen, saya bakal ceritain nih proses-proses yang harus kamu lalui jika ingin melakukan perawatan di Naavagreen.

Mesin nomor antrian yang disediakan untuk pasien/pelanggan untuk mengambil nomor antrian
Bagian informasi dan pendaftaran yang disediakan di Naavagreen Demangan

Untuk kamu yang ingin melakukan perawatan, konsultasi, ataupun pembelian produk langsung di Naavagreen, kamu bisa mengambil nomor antrian terlebih dahulu di mesin antrian. Selanjutnya, nomor yang kita dapatkan akan dipanggil ke bagian pendaftaran. Buat saya yang ingin melakukan perawatan untuk pertama kalinya, di bagian pendaftaran ini saya harus mengisi semacam rekam medis. Dikarenakan yang ingin saya lakukan adalah perawatan, proses selanjutnya adalah konsultasi dengan dokter. Dokter akan memeriksa kondisi muka kita dan memberikan rekomendasi perawatan apa yang sesuai dengan kondisi kulit kita. Proses pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter, tidak dengan bantuan alat tertentu. Dokter memperhatikan kondisi muka saya secara langsung dan memegang kondisi muka saya. Kebetulan memang saat saya datang saat itu, kondisi muka saya sedang ada beberapa jerawat (1 di pipi, 2 di dagu) dan sedang berminyak. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, dokter pun menyarankan untuk melakukan treatment Naavagreen Natural Skin Facial for Acne. Dimana tujuan perawatan ini adalah untuk menghilangkan komedo, jerawat, mengurangi kadar minyak kulit dan menghilangkan sel-sel mati di permukaan kulit. Hal yang paling saya suka dari konsultasi dengan dokternya ini adalah tidak ada pemaksaan ataupun kewajiban untuk membeli produknya, kita tetap dipersilahkan jika hanya ingin melakukan perawatannya.

Sesi konsultasi yang dilakukan oleh dokter. Dokter memilihkan perawatan apa yang paling sesuai dengan kondisi kulit saya

Ruang tunggu yang disediakan Naavagreen

Setelah proses konsultasi dengan dokter, kita bisa kembali lagi ke ruang tunggu menunggu giliran treatment. Ruang tunggu Naavagreen ini terbilang nyaman dan yang paling penting ada air mineral gratis untuk pelanggannya (sangat bermanfaat untuk saya yang kehausan). Tibalah giliran saya dipanggil oleh beautician untuk melakukan perawatan di ruang perawatan. Ruang perawatannya jelas nyaman, bersih, adem, disediakan ruang ganti, dan tentunya untuk saya yang berhijab tetap nyaman dan aman karena dipisahkan dengan ruang perawatan laki-laki. Sebelum memulai perawatan, saya dipersilahkan ganti dengan pakaian semacam kemben yang sudah disediakan oleh Naavagreen dan menyimpan barang-barang yang saya bawa di loker.

 
Ruang perawatan yang tersedia di Naavagreen
Di awal perawatannya, beautician saya yang kebetulan bernama mbak Efi menyapa saya, memperkenalkan diri, dan menjelaskan treatment apa yang akan saya jalani. Proses pertama dari perawatan ini adalah pembersihan muka dengan milk cleanser dan dilanjutkan dengan toner. Pembersihan ini bertujuan untuk membersihkan area muka, leher, dan dada dari makeup ataupun kotoran yang tersisa. Langkah selanjutnya yang jadi favorit saya adalah proses massage. Massage dilakukan dalam waktu kurang lebih sekitar 10 menit. Manfaat yang saya rasakan langsung setelah proses massage ini adalah otot-otot wajah menjadi lebih lentur dan perasaan menjadi lebih rileks. Proses massage ini katanya juga tidak boleh sembarangan, harus searah dengan aliran darah.

Proses massage
model inframe: @brigidalourdes

Setelah proses massage selesai, langkah selanjutnya yang dilakukan adalah ekstraksi komedo. Ekstraksi komedo ini berfungsi untuk membersihkan dan memuluskan wajah, tumpukan kotoran dan sumbatan pori-pori/komedo yang ada di wajah akan dibersihkan. Waktu ekstraksi komedo muka saya emang lumayan lama, karena kebetulan komedo saya banyak banget akibat udah lama banget tidak facial (kurang lebih nyaris 2 tahun). Dan kebetulan pas datang kesini bareng teman, teman saya udah selesai duluan karena emang kondisi mukanya lebih bersih ketimbang saya. Kalau kata dokternya mungkin karena saya sering pake makeup, kurang minum, tidur kurang, kurang buah sayur (lah kok bener?). Untungnya mbak beautician nya sabar banget dan ramah banget, setiap melihat perubahan raut muka saya, dia pasti bakal bilang “maaf ya mbak, ditahan dulu ya mbak. Sakit banget ya mbak. Maaf ya”, malah saya yang jadi mbatin “ini saya yang lemah apa gimana ya, kok dipencetin doang nangis”. Serius, emang netes gitu air mata apalagi waktu yang diekstraksi bagian hidung dan dagu. Rasanya antara mau nangis dan bersin. Tapi, ada kepuasan tersendiri ketika komedonya sudah berhasil dikeluarkan. “Mbaknya mau lihat komedonya nggak?”, tanya mbak beautician. “Iya mbak” jawab saya sambil nengok di kaca, dan taraaa.... emang sebesar itu komedonya. Selama ini saya emang sering exfoliate muka di rumah dan itu ternyata tidak cukup membersihkan. Jadi, emang saya butuh perawatan facial atau peeling seperti ini. 

Proses yang paling saya tunggu adalah proses pemasangan masker. Masker yang saya gunakan kemarin adalah masker tea tree, dimana fungsinya adalah sebagai anti jerawat. Pasti kalian bingung kenapa disebut colorful facial? Letak warna-warninya berada di sini, masker tea tree ini berwarna agak pink dan akan berbeda dengan warna masker lain untuk kondisi kulit yang lain. Saat dioleskan terasa ada sensasi dingin di muka karena adanya kandungan mint di dalam maskernya. Tipe masker yang digunakan adalah tipe wash-off mask, yaitu masker yang sudah diaplikasikan bisa ditunggu dulu sekitar 10-15 menit sampai kering dan menyerap, lalu dibersihkan dengan air. Setelah semua rangkaian proses facial selesai, beautician mengoleskan krim anti iritasi dan sunscreen di muka saya. Sebelumnya saya juga sempat ditanyai terlebih dahulu, ingin menggunakan sunscreen milik saya sendiri atau yang sudah disediakan Naavagreen. Kebetulan saya memilih menggunakan produk yang sudah disediakan oleh Naavagreen.

Proses aplikasi masker
Model inframe: @brigidalourdes

 

Kesimpulan dari perawatan facial di Naavagreen?

Dibanderol dengan harga sekitar 40-ribuan, saya rasa sudah cukup sebanding dan terjangkau dengan fasilitas yang sudah disediakan. Beautician yang sangat ramah dan sabar juga menjadi nilai plus buat saya. Untuk waktu yang dibutuhkan melakukan satu rangkaian proses facial adalah kurang lebih satu jam, jadi pastikan kalian tidak terburu-buru karena belum termasuk waktu konsultasi dan menunggu. Kira-kira saya bakal cobain lagi atau tidak? Jawabannya saya bakal cobain lagi, karena komedo saya yang tadinya menumpuk bisa lumayan banget berkurang setelah facial. Jadi sebelum menumpuk kembali, sepertinya agenda facial memang harus saya rutinkan kembali. Semoga di kedatangan saya selanjutnya ke Naavagreen, kulit saya sudah dalam kondisi lebih baik dan bisa mencoba perawatan lainnya yang ada. Nah, kalau kalian ingin mencoba facial dengan harga terjangkau, tapi kualitas tidak murahan. Bisa banget mencoba perawatan di Naavagreen. Perawatan yang saya coba kemarin di Naavagreen cabang jalan Demangan Yogyakarta, semisal kalian ada yang ingin mencoba di tempat yang sama. Atau buat kalian yang penasaran ada di mana saja kliniknya Naavagreen, kalian bisa cek di website Naavagreen atau instagram officialNaavagreen @naavagreen.

Buat kalian yang ingin mencoba atau sudah mencoba perawatan di Naavagreen, share dong apa saja pengalaman kalian di kolom komentar! 


 Note: Beberapa foto yang digunakan dalam tulisan ini adalah foto milik teman saya, Brigida Lourdes. Karena selama proses perawatan tersebut saya tidak mengenakan hijab, sehingga tidak memungkinkan menggunakan foto sendiri. Mohon maaf dan terima kasih :) 



See You,
Love

You Might Also Like

1 komentar

  1. waktu masih tinggal di jogja, favorit banget nih naavagreen. klinik nya nyaman.. dan harganya pas buat kantong mahasiswa hihi

    BalasHapus

Follow Diah by Email

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe